Tuesday, February 3, 2015

Manajemen Perilaku Politik Presiden Jokowi: Skenario di Balik Calon Kapolri BG Tersangka KPK

Oleh : LELO YOSEP LAURENTIUS*)

Media massa telah mendiskreditkan Presiden Jokowi dengan tak kenal ampun selama sebulan terakhir terkait Komjen Polisi Budi Gunawan (BG) sebagai calon tunggal Kapolri yang disodorkan ke DPR. BG telah menjadi tersangka KPK sejak Selasa 13 Januari 2015 dengan dugaan kasus korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian. Raja-raja relawan Jokowi-JK di pilpres 2014 serentak mengancam akan terus menekan Presiden Jokowi bila ia nekat melantik BG menjadi Kapolri.
Barangkali hanya segelintir orang tidak menyadari konspirasi politik di balik polemik besar BG tersangka KPK menjadi calon Kapolri. Sudah lama Jokowi tahu bahwa lebih mudah membuat keuntungan politis polemik besar daripada mengupayakan gerakan kecil berdampak politis terbatas. Polemik BG ini memang tersangkut aneka kepentingan nasional seperti : hak prerogatif presiden,  kekuatan politis Ketum PDIP Megawati, kredibilitas Kompolnas, legitimasi KPK, keputusan Paripurna DPR-RI, dan kehendak rakyat akan institusi Polri yang kredibel.
Pada 100 hari pemerintahan Presiden Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati banyak mengintervensi hak prerogatif presiden terkait kebijakan Jokowi-JK. Intervensi Megawati mendapat resistensi rakyat secara terbuka soal calon Kapolri BG menjadi tersangka KPK ini.  Seleksi Kompolnas sesuai amanat UU pun dipertanyakan oleh publik. KPK sejalan dengan kehendak rakyat tetap menolak BG yang cacat hukum.  Tetapi,  keputusan Paripurna DPR-RI justru menerima BG sebagai calon Kapolri.
Dengan tingginya dukungan rakyat, maka Presiden Jokowi kemungkinan besar  akan menggunakan polemik sebagai bidak catur perebutan kekuasaan politis antara Jokowi dan Megawati di internal PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).  Saya menilai bahwa langkah Megawati mengintervensi Presiden Jokowi menunjuk BG calon Kapolri merupakan saat tepat memposisikan Megawati berhadapan dengan publik, hukum dan politik itu sendiri. Mengapa?
Presiden Jokowi sudah tahu rekam jejak BG di PPATK dan KPK sejak inisiasi formulasi Kabinet Kerja Jokowi-JK. Waktu itu BG pun menjadi peserta yang diajukan Presiden Jokowi ke PPATK dan KPK. Catatan PPATK dan KPK saat itu tidak dipublikasikan kepada publik.  Hanya Jokowi-JK yang tahu persis catatan kuning dan merah atas BG. Kalau Presiden Jokowi menunjuk BG calon tunggal Kapolri dan sehari kemudian Ketua KPK Abraham Samad menetapkan BG tersangka KPK, maka polemik BG  bukan kebetulan semata.  Dua ketetapan yang kontroversial itu membuktikan adanya rekayasa hubungan simbiosis mutualistis yang sistematis untuk melokalisasi Megawati di hadapan publik dan hukum.

DPR-RI Melokalisasi Megawati
DPR RI menyetujui BG sebagai Kapolri dalam rapat paripurna pada Kamis 15 Januari 2015, atau sehari setelah Komisi III menyetujui penunjukan BG. Tetapi, mengapa Presiden Jokowi memilih tunda pelantikan BG sampai proses hukum terhadap mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu menemui titik yang lebih jelas?   Dua keppres yang dibuat pada Jumat sore 16 Januari 2015 adalah keputusan strategis dan taktis Presiden Jokowi untuk mengakomodir kepentingan para pihak terkait polemik ini, kecuali posisi politis Megawati.  Dua keppres itu untuk memberhentikan Jenderal (Pol) Sutarman dari jabatan sebagai Kapolri dan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Pol) Badrodin Haiti ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kapolri.  Selain itu, ada konspirasi di balik kekompakan yang tiba-tiba muncul antara KIH dan Koalisi Merah Putih (KMP)! KIH dan KMP kemungkinan besar juga merencanakan taktik menggergaji dominasi Megawati melalui KIH atas Presiden Jokowi. Taktik itu bertujuan melokalisasi Megawati sekaligus mengganggu soliditas elit PDIP sebagai nahkoda KIH. Selama ini, KIH sulit bergerak ketika Megawati menahkodai KIH (Baca juga : Memahami Manajemen Perilaku Politik Jokowi (Bagian 3) : Figur Pemersatu Koalisi Indonesia Hebat). Polemik ini merupakan kesempatan tepat untuk melokalisasi posisi Megawati.  Anggota KIH menginginkan flesibilitas Jokowi memimpin KIH. Sedangkan, KMP memang sedang gerah dengan dominasi Megawati yang menguasai pemerintahan Jokowi-JK.

Konflik Laten Jokowi dan Megawati
Polemik mengenai suksesi di Polri adalah salah satu fakta adanya konflik tersembunyi antara Presiden Jokowi dan Ketum PDIP Megawati dalam KIH. Para Elit PDIP menghendaki BG sebagai calon Kapolri. Sedangkan, rakyat Indonesia melalui para relawannya menolak mentah-mentah BG menjadi Kapolri. Tarikan kepentingan politis inilah yang membuat posisi Presiden Jokowi sungguh sulit.  ”Hal tersebut sudah diperhatikan, dan sudah berinteraksi dengan relawan. Harapannya relawan mengerti posisi politik yang harus dihadapi Presiden,” sebagaimana dikatakan oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Kepresidenan dalam KOMPAS.com, 15 Januari 2015. Pernyataan Sekretaris Kabinet itu menandakan sedang terjadi pertarungan kekuatan antaran Jokowi dan Megawati.

*)Akademisi & Praktisi Ilmu Manajemen

Akuntono, I. (2015). “Kompak Loloskan Budi Gunawan, KMP Sengaja Beri "Bola Panas" untuk Jokowi.”dalam http://nasional.kompas.com/read/2015/01/15/07415291/Kompak.Loloskan.Budi.Gunawan.KMP.Sengaja.Beri.Bola.Panas.untuk.Jokowiutm_campaign=komread&utm_medium=bp&utm_source=news [diakses 15 Januari 2015].

Asril, S. (2015). “Istana Minta Relawan Pahami Posisi Sulit Presiden Jokowi.”dalam http://nasional.kompas.com/read/2015/01/15/22375641/Istana.Minta.Relawan.Pahami.Posisi.Sulit.Presiden.Jokowi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp [diakses 16 Januari 2015].

Gabrillin, A. (2015). ”Jika Paksakan Pelantikan Budi Gunawan, PDI-P Akan Berhadapan dengan Publik.” dalam http://nasional.kompas.com/read/2015/01/30/13215961/Jika.Paksakan.Pelantikan.Budi.Gunawan.PDI-P.Akan.Berhadapan.dengan.Publik [diakses 30 Januari 2015].


Hersey, P. & Blanchard, K. (1982). Manajemen Perilaku Organisasi : Pendayagunaan Sumber Daya Manusia. Edisi Keempat. Alih bahasa: Agus Dharma.  Jakarta: Penerbit Erlangga.

51 comments:

  1. Kasus yang melibatkan BG sangat mudah disebut konspirasi politik.Karena latar belakang politik BG dan partai ada sangkut pautnya dengan jokowi dan megawati.

    ReplyDelete
  2. Besarnya peran megawati dalam upaya mencalonkan jokowi sebagai presiden.Membuat Jokowi serba salah dalam mengambil keputusan

    ReplyDelete
  3. Komentar Mengenai terkait Komjen Polisi Budi Gunawan (BG) sebagai calon tunggal Kapolri yang disodorkan ke DPR. Banyaknya masyarakat yang masih buta dengan urusan politik dan juga tidak peduli dengan politik membuat kita tidak mengetahui kelakuan di dalam dunia politik yang tidak baik seperti yang dilakukan oleh Budi Gunawan,Barangkali hanya segelintir orang tidak menyadari konspirasi politik di balik polemik besar BG tersangka KPK yang menjadi calon Kapolri.

    ReplyDelete
  4. Peran orang-orang yang ada dibelakang Pak Jokowi memanglah sangat terlihat sewaktu kasus ini terjadi . Masyarakat banyak berasumsi bahwa Megawatilah yang ada dibalik semua ini tetapi kita harus lebih merasionalisasikan pikiran kita bahwa orang yang ada dibelakang layar suatu pementasan pasti bukan hanya ada 1 tetapi ada dari banyak orang atau pendapat yang terlibat. Dan dalam hal ini pemberontakan 1 orang atau penolakan 1 orang mungkin saja sangat tidak berarti.

    ReplyDelete
  5. Mungkin banyak pertimbangan yang dihadapi Pak Jokowi pada saat itu tapi kasus tersebut bukan hanya dapat kita lihat sebagai bentuk bahwa Pak Jokowi memiliki sutradara dalam pemerintahannya tetapi dapat kita lihat bahwa sebenarnya kasus tersebut sengaja dikeluarkan agar pengangkatan sepihak tersebut diketahui oleh masyarakat banyak sehingga dapat membuat penolakan yang banyak untuk membantu kubu dalam pemerintahan yang tidak setuju akan keputusan tersebut.

    ReplyDelete
  6. Mengapa saya beranggapan tersebut karena dari pendapat yang dilontarkan oleh sekretaris kabinet Jokowi bahwa “agar relawan mengerti” yang menurut saya adalah sebagai simbol untuk meminta pendapat masyarakat luas.

    ReplyDelete
  7. Selama Kepemimpinan Bapak jokowi dan Jusuf kalla banyak hal-hal yang tidak ketahu dalam bidang politik terungkap,Seperti kasus Budi gunawan.

    ReplyDelete
  8. Meskipun Bapak Presiden Jokowi ada di bawah pimpinan PDIP,tetapi Bapak Jokowi tidak menurut dengan apa yang dilakukan oleh Megawati.Bapak jokowi dengan tegas menolak Budi Gunawan sebagai Ketua Kapolri.Tentu ini semua membuat terjadinya pertarungan antara Megawati dengan Jokowi.Itu membuktikan bahwa Bapak Presiden Jokowi memiliki sikap yang adill,jujur serta tegas dalam mengambil suatu keputusan.

    ReplyDelete
  9. Jokowi pada saat pencalonan memang berada dalam dukungan PDIP, namun tidak berarti semua keputusan dari PDIP dapat membuat Jokowi menyetujui nya

    ReplyDelete
  10. masalah pemilihan Budi Gunawan sebagai ketua kapolri hanyalah konspirasi politik, dikarenakan akan memanaskan perang dalam politik dan ada pihak yang ingin menjatuhkan Jokowi

    ReplyDelete
  11. menurut saya, kontribus Megawati dalam mencalonkan Jokowi hanya taktik belaka untuk bersembunyi dibelakang "bayangan" sehingga bapak Jokowi agak sulit untuk membuat keputusan

    ReplyDelete
  12. Menurut saya dalam kasus tersebut memang seperti terlihat banyak campur tangan orang-orang dibelakang pak Jokowi, terutama ibu Megawati. Tetapi itu semua belum pasti benar, memang banyak orang beranggapan bahwa ibu Megawati memiliki peran besar untuk jokowi, sehingga jokowi sulit mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  13. Saat pak Jokowi mencalonkan diri menjadi presiden memang dalam dukungan PDIP, tetapi dengan seperti itu tidak berati pak Jokowi dapat menyetujui begitu saja ide-ide dari PDIP. Pasti ada pemikiran terarah untuk pak jokowi.

    ReplyDelete
  14. Ini semua sudah sesuai prediksi, karena hampir semua orang tau, kalau orang-orang dibelakang pak jokowi adalah orang yang bisa kita sebut mafia. Walaupun pak Jokowi tidak menyetujui kebijakan dari orang yang menyetir dia, itu tetap tidak berguna, karena power dari orang dibelakang pak jokowi sangat kuat.

    ReplyDelete
  15. Kenapa orang dibelakang pak jokowi seperti diatas angin? itu semua karena rakyat sendiri. Rakyat terlalu menggagungkan pak jokowi, semua kebijakan pak Jokowi selalu dipuji, tidak peduli baik atau buruk. itu lah yang membuat orang dibelakang pak jokowi begitu leluasa, optimis, dan sangat bernafsu untuk melakukan tindakan-tindakan jahat tersebut. Jadi saya harap semua orang yang terlalu mengagungkan pak jokowi cepat sadar. Karena pemimpin butuh masukkan dari rakyat. Pemimpin yang diagungkan akan menjadi ditaktor.

    ReplyDelete
  16. pemilihan BG sebagai kepala kepolisian indonesia harus di pertanggung jawab kan oleh jokowi. jangan rakyat yang di buat bingung atas pemilihan BG bakal calon kepala kepolisian indonesia

    ReplyDelete
  17. jika memang benar BG terpilih beliau harus bisa membuktikan bahwa diri nya layak dan patut di pilih. dan yang terpenting jadilah orang pilihan yang berkompeten dn mampu mejalankan tugas dengan baik

    ReplyDelete
  18. jika tidak terpilihpun harus nya BG bisa berbesar hati menerima itu semua. dan BG harus mendukung pilhan yang baru dari presiden dan mampu bekerja sama dalam menjalan kan tugas kepolisan.

    ReplyDelete
  19. Dan ini sebagi bukti bahwah tak selamanya keputan presiden dapat di terima mentah". Kita sebagi rakyat juga harus mengikuti dan mengawasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, dan seharusnya rakyat juga ikut mengawasi apapun yang terjadi di pemerintahan kita, agar kita tidak kecolongan dimana orang2 yang salah dapat memimpin negri ini

      Delete
  20. Sudah jelas adanya konflik terjadi pada intern pdip. Jokowi sebagai presiden dan megawati sebagai ketua pdip partai yang mengusung jokowi. Dengan kedua nya memiliki kuasa yang tinggi terhadap aturan maka akan ada "saling sikut" di dalam pemerintahan KIH. Apakah ada solusi untuk hal ini? Harus adanya pembatas terhadap partai dengan kerja presiden agar Jokowi dapat ber manuver dengan bebas tanpa d bebani partai

    ReplyDelete
  21. Jokowi sebelum naiknya Komjen BG sudah mengetahui benang merah dan kuning nya, namun Jokowi tetap manaikkan nya. Pada akhirnya rakyat yang merasa khawatir mulai memberikan kritik pedaa oleh Jokowi dan Jokowi pun mengulur untuk memikirkan jalan yang tepat agar rakyat dapat tenang. Pada februari 2015 jokowi pun membatalkan kenaikan komjen BG dengan alasan bahwa komjen bg masih terikat kasus korupsi. Jelas adanya keputusan Jokowi yang terjadi hanya di karenakan desakan. Maka ini sangat berbahaya bagi indonesia.

    ReplyDelete
  22. Kita mengerti jelas bahwa harus nya bapak Jokowi tidak perlu memikirkan Partai pengusungnya. Jelas pdip tidak akan dapat berkembang tanpa adanya sosok Jokowi, dimana kita tahu bahwa pdip dlu telah gagal memerintah Indonesia. Rakyat tidak buta akan politik. Jokowi harusnya mengetahui ini dan brani mengambil tindakan membela rakyat dr pada membela partai.

    ReplyDelete
  23. Pemilihan BG yang ternyata cacat hukum sebagai kepala kepolisian indonesia secara tidak langsung mengungkap kekuasaan Megawati atas pemerintahan Jokowi -JK. BG sudah seharusnya tidak pantas diangkat menjadi kepala kepolisian, namun DPR-RI dan Megawati menyetujui diangkatnya BG sebagai kepala kepolisian, ini sudah jelas terjadi sebuah kepengingan politik dibalik DPR-RI. Dan Jokowi sebagai presiden harus tegas dalam mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat Indonesia

    ReplyDelete
  24. Sebaiknya jika sudah mengetahui bahwa BG terbukti melakukan tindak korupsi seharusnya sudah menghilangkan kemungkinan atas dirinya diangkat sebagai kepala kepolisian indonesia. Karena seorang koruptor sudah seharusnya tidak memiliki kesempatan kedua dalam memimpin dan itu juga sebgai tindak tegas dalam menindas korupsi di negri ini

    ReplyDelete
  25. Pemilihan BG untuk kapolri seharusnya berdasarkan riwayat kerja dari BG itu sendiri. Seharusnya Jokowi berani mengambil keputusan sesuai nurani dan pemikirannya untuk kebaikan Indonesia. Memang ibu Megawati adalah atasannya di partai, tetapi sekarang dia adalah presiden Indonesia. Dia seharusnya mengesampingkan kepentingan dari partai atau dari siapapun untuk mengambil keputusan

    ReplyDelete
  26. Apabila pak Jokowi mengambil keputusan tidak mengikuti nuraninya sebagai presiden, dan mengikuti keinginan dari pihak tertentu sama saja ia tidak punya pendirian dan bisa dianggal sebagai boneka dari pihak tertentu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, menurut pendapat saya sendiri seharusnya pak Jokowi dapat mengambil keputusan sendiri dengan memerhatikan aspek-aspek yang ada, dan bukan mengikuti kehendak dari pihak tertentu. jika kita tinjau kembali, mungkin saja pihak tersebut adalah ketua umum PDIP itu sendiri yang hendak menggunakan kesempatan ini untuk memposisikan dirinya sendiri kepada publik.

      Delete
  27. permasalahan ini sangat berat sekali untuk pak Jokowi, dapat dlihat dimana komjem BG itu sendiri telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka korupsi namun pak Jokowi itu sendiri telah mengusulkan komjem BG sebagai calon tunggal Kapolri dan disetujui oleh DPR RI.

    serta partai pendukung pak Jokowi mendesak, supaya komjen BG segera dilantik menjadi Polri. bukan gitu saja, juga adanya kontra dari pihak-pihak masyarakat dan relawan-relawan terhahap pelantikan komjen BG menjadi Polri. Permasalahan yang dilematis, setiap keputusan yang diambil oleh pak Jokowi serba salah

    ReplyDelete
  28. Konflik antara pak Jokowi dengan Ketua umum PDIP ibu Megawati dalam KIH terlihat jelas. dimana anggota KIH itu sendiri ingin pak Jokowi memimpin KIH dan sedangkan KMP itu sendiri ingin Ibu Megawati yang menguasai pemerintahan Jokowi-JK dan menjadikan pak Jokowi seperti "boneka"

    untungnya, pak Jokowi tidak mengecewakan rakyat indonesia. Pak Jokowi tidak tergesah-gesah dalam pelantikan komjen BG sebagai Polri RI, namun menunggu keputusan dari Hukum selanjutnya.

    ReplyDelete
  29. Peran orang-orang yang ada dibelakang Pak Jokowi sangat terlihat sewaktu kasus ini terjadi. Masyarakat berasumsi bahwa Megawatilah yang menjadi sutradara dibalik semua ini. tetapi kita harus lebih rasional bahwa orang yang ada dibelakang layar suatu pementasan pasti bukan hanya ada 1 tetapi ada dari banyak orang atau pendapat yang terlibat.

    ReplyDelete
  30. dengan banyaknya dukungan dan citra yang didapat oleh Jokowi bisa jadi itu menjadi senjata bagi para mafia yang terlibat sebagai sutradara dari konflik tersebut. apakah Jokowi benar-benar hanya sebagai boneka mereka?

    ReplyDelete
  31. saya pribadi tidak setuju BG diangkat sebagai calon Kapolri karena tuduhan yang sedang dijalaninya saat itu. Presiden Jokowi terkesan seperti "asal comot" dalam memilih. Ini dapat berdampak buruk bagi citra Jokowi sendiri dan peluang bagi para lawannya untuk menyerang Jokowi

    ReplyDelete
  32. Tapi keputusan Jokowi untuk menunggu keputusan hukum atas BG sedikit meredakan situasi yang panas kala itu.

    ReplyDelete
  33. Banyak pihak yang menduga Jokowi adalah"boneka" bagi Megawati (KMP) khususnya permasalahan ini. sangat berat bagi Jokowi antara komjen BG jadi kandidat tunggal kapolri dan disetujui DPR RI dan keputusan KPK sebagai tersangka korupsi. saat beberapa pihak mendorong jokowi untuk melakukan pelantikan BG, Jokowi tetap tidak tergesa-gesa untuk melaksanakannya.

    ReplyDelete
  34. Pemilihan BG sendiri pasti ada beberapa aspek yang memenuhi karakter dari jokowi. sehingga muncul BG sebagai kandidat tunggal untuk pemilihan Kapolri.

    ReplyDelete
  35. Jokowi sendiri memperhatikan suara rakyat. bagaimana sikap rakyat saat diumumkan BG adalah calon tunggal untuk Kapolri. sampai akhirnya muncul alasan kenapa rakyat tidak setuju, yaitu penetapan tersangka oleh KPK terhadap BG.

    ReplyDelete
  36. Perang dingin yang terjadi antara Ketum PDIP, Ibu Megawati dengan Presiden RI Joko widodo atau yang biasa di sebut Jokowi sudah bukan lagi jadi rahasia interal melainkan menjadi panggung unjuk kemampuan dan kekuasaan. Menurut pendapat saya, Bu Megawati yang memiliki ambisi sangat besar untuk memerintah negeri ini merupakan mimpi buruk bagi Jokowi yang posisi nya dalam partai PDIP bisa di bilang berada di bawah kekuasaan bu Mega. Alhasil, banyak spekulasi bermunculan dari media akan dijadikannya Jokowi "Boneka politik" yang dikontrol tidak lain oleh Bu Mega sendiri.

    ReplyDelete
  37. tetapi, Pak Jokowi tidak hanya tinggal diam di saat gonjang ganjing media tentang berita soal pemerintahan Indonesia yang dikatakan "tidak becus" di bawah pimpinan beliau. tindakannya yang kala itu menunda keputusan untuk mengangkat Komjen BG untuk menjadi KAPOLRI merupakan langkah yang terbilang cukup cerdas yang di lakukan oleh Pak Jokowi.

    ReplyDelete
  38. dengan adanya langkah tersebut, keadaan politik menjadi lebih mereda dan rakyat jadi dapat meilihat bahwa Pak Jokowi bukanlah "Boneka Politik" melainkan Beliau adalah Presiden Republik Indonesia

    ReplyDelete
  39. Menurut saya jokowi jangan terpengaruh dengan relawannya. Harus bijaksana dalam memilih sesuatu

    ReplyDelete
  40. Dengan posisi dimana Jokowi berada dalam posisi sulit karena dibawah tekanan Megawati dan rakyat dimana peran Megawati sangat besar dalam mendukung Jokowi untuk menjadi presiden. Namun, dengan adanya rapor merah dari calon kapolri BG itu membuat rakyat tidak setuju untuk melantik BG menjadi kapolri.
    Keputusan yg sudah diambil pak Jokowi sudah tepat untuk tidak melantik BG dimana pak jokowi memprioritaskan rakyat. Dengan tidak dilantiknya BG yg terbukti korupsi adalah awal mula yg baik untuk presiden Jokowi di 100 hari kerjanya. Dengan terpilihnya kapolri yang bersih maka hal tersebut akan membuat citra kapolri menjadi bersih lagi.

    ReplyDelete
  41. Jokowi harus bersikap bijak,tegas serta profesional dalam menentukan sebuah keputusan, seorang presiden seharusnya dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk negaranya bukan untuk kepentingan partai politiknya.

    ReplyDelete
  42. Dengan tidak terpilihnya BG sebagai Kapolri menjadikan citra kapolri menjadi bersih kembali, namun pada awalnya pemilihan BG sebagai kapolri terdapat urusan politik didalamnya oleh karena itu, jokowi tidak bisa bebas mengambil keputusan yang terbaik untuk bangsanya.

    ReplyDelete
  43. Jokowi seharusnya memberi penjelasan kenapa BG itu pantas menjadi ketua Polri kepada semua masyarakat Indonesia,

    ReplyDelete
  44. Masyarakat Indonesia pun dapat membela ketidaksetujuan tentang BG menjadi ketua polri, yang dapat menyebabkan kerusakan sistem di negara Indonesia

    ReplyDelete
  45. Kepentingan politis kekuasaan dan keamanan megawati terlihat jelas dalam langkah2 yg dia ambil dalam pemerintahan ,tetapi jokowi bertindak bijak dan tegas dalam melawan keinginan megawati yang membahayakan posisi dia sebagai kepala negara yg sudah di percaya banyak rakyat.

    ReplyDelete
  46. Pihak dpr ri pun seolah mengadu domba megawati dan jokowi terkait pemilihan BG ,karena mayoritas dprd adalah KMP sehingga menyulitkan jokowi untuk bergerak bebas dalam keputusan2 yg melibatkan rapat dprd

    ReplyDelete
  47. Isu konflik jokowi dan mega terkait calon kapolri yakni Budi Gunawan, menyebabkan disharmoni antara jokowi dan megawati. Jokowi harus membuktikan diri sebagai pemimpin yang sanggup bertindak bijaksana dan otonom, meskipun sedang berada dalam tekanan dan dilema.

    ReplyDelete
  48. sayapun aga sedikit heran dengan adanya konflik ini, politik memng sangat membingungkan akan selalu ada konflik tentang siapa dan bagaimana cara iya berkuas

    ReplyDelete
  49. Komentar Mengenai terkait Komjen Polisi Budi Gunawan (BG) sebagai calon tunggal Kapolri yang disodorkan ke DPR. Banyaknya masyarakat yang masih buta dengan urusan politik dan juga tidak peduli dengan politik membuat kita tidak mengetahui kelakuan di dalam dunia politik yang tidak baik seperti yang dilakukan oleh Budi Gunawan,Barangkali hanya segelintir orang tidak menyadari konspirasi politik di balik polemik besar BG tersangka KPK yang menjadi calon Kapolri.

    ReplyDelete